Jumat, 22 Februari 2008
Sabtu, 26 Januari 2008
Cerpen Baru, Blog Baru
Posted by adhit at 11.12 0 comments
Senin, 07 Januari 2008
Menunda
Namun bukan soal pengertian menunda yang ingin saya tuliskan disini. Tapi saya ingin bercerita tentang akibat dari menunda yang saya alami. Inilah kronologisnya:
Waktu kegiatan
23.13 tidur, tugas tidak dikerjakan sama sekali (awal dari bencana)
07.08 mulai mengerjakan tugas
08.51 masih mengerjakan tugas
09.00 waktu untuk kuliah. Tapi lebih memilih menyelesaikan tugas
09.18 lampu mati (skring membalik)
09.19 terdengar suara teriakan “listrik mati keseluruhan!!”
09.20 tugas belum selesai. mengeluarkan kata-kata serapah pada PLN
11.00 masih mati
11.30 masih mati. Nyumpahin PLN lagi. menunggu lagi!
11.58 masih mati. Keluar jemput kiriman dari kampung
13.00 kembali kekost teman. Lampu masih mati.
13.20 jam kuliah yang berikutnya. Sebagai presentator hari ini.
13.49 masih menunggu. Masih mati lampu
14.00 memutuskan berangkat kuliah (walau terlambat).
14.10 masuk kelas. Dosen ngedumel “telambat lagi dit?”
14.11 “hari ini kita tidak kuliah” kata dosen. *jing!! Kata hati saya.
Akhirnya, tugas tidak selesai, dan kuliah tidak ada yang masuk. *yam!!
Posted by adhit at 17.33 1 comments
Selasa, 01 Januari 2008
Rencana Kedepan
Konon, dalam hidup dan kehidupan, dibutuhkan perencanaan. Mesti jelas, setahun ke depan,
Apakah itu?; perencanaan ke depan mesti ada.
Nah, setelah merenung sedikit, saya putuskan untuk menuliskan rencana saya lima dan sepuluh tahun ke depan. Mungkin agak ngawur, tapi mungkin nggak ada salahnya.
RENCANA SEPULUH TAHUN KEDEPAN
Pertama, Agama. Ini agak rumit juga ngukurnya. Sapa coba yang tau kalau dia itu orang yang beriman? Tapi ga’ pa2. saya coba dari sudut pandang khlayak banyak. Walaupun banyak bukan berarti benar. Naik haji, ini yang utama dan mudah-mudahan mabrur. Trus, saya ingin berdaqwa lewat berbagai media. Mulai dari film, tulisan baik novel, cerpen artikel maupun tulisan non fiksi lainnya. Saya juga ingin jadi orang yang selalu berbagi (kecuali istri, tentunya!!). selain itu saya akan membangun sekolah gratis bertarap internasional untuk orang miskin.
Kedua, Pendidikan. Untuk bisa berdaqwa tentu saya harus punya pendidikan yang mumpuni. Jadi saya akan terus kuliah hingga jenjang doctoral (S3). Banyak membaca. Membaca apa saja, masyarakat, buku dan alam yang katanya kalau takambang bakal jadi guru yang baik walau kadang-kadang menakutkan. Karena mungkin 10 tahun lagi orang
Ketiga, Rumah. Seperti semua orang, saya ingin memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah serta penuh dengan ridho ilahi. Rumah terletak diluar
Keempat, Pekerjaan. Ini yang terpenting. Ga’ mungkin
RENCANA
Yang ini saya ga’ berani muluk-muluk. Takut ketinggian, paranoid! he..he… Ya, paling kuliah S2 di UI. Punya 7 cabang usaha, punya rumah sendiri walau sederhana, bisa bahasa inggris dan bahasa jepang secara aktif, jadi photographer, jalan-jalan keluar negeri. Mungkin itu aja dulu, satu lagi, saya juga pengen menjelajahi sumatera-jawa dengan bersepeda!!
Posted by adhit at 16.17 2 comments
Minggu, 18 November 2007
Sodare..
Posted by adhit at 16.46 0 comments
Berbagi
Posted by adhit at 16.19 1 comments
Kamis, 09 Agustus 2007
susahnya tinggal dikampung...
Posted by adhit at 15.07 0 comments
Kamis, 28 Juni 2007
Bookholic


. Harga buku jangan mahal-mahal dooong. Biar orang miskin melarat kayak saya ini tak perlu puasa untuk dapat beli satu bukuCatatan
mataku bingung melihat
terkemuka
tetapi harganya
o aku ternganga
musik-musik streo mengitariku
penjaga stand cantik-cantik
sendal jepit dan ubin mengkilat
betapa jauh jarak kami
uang sepuluh ribu disakuku
disini hanya dapat 2 buku
untuk keluargaku cukup buat
makan seminggu
gemerlap toko-toko di kota
dan kumuh kampungku
dua dunia yang tak pernah bertemu
solo, 87-88
Posted by adhit at 22.40 0 comments
Selasa, 26 Juni 2007
Mak, Aku Pulang!
Posted by adhit at 22.47 0 comments
Minggu, 24 Juni 2007
Akhirnya...
Posted by adhit at 08.08 0 comments
Buron

. jadilah diriku buronan bapak kost. kalo buronan polisi masih mending. paling ngga; lebih keren dan kita jadi terkenal. kyak teroris...
Posted by adhit at 07.42 0 comments
Kamis, 21 Juni 2007
FORKOT, Welcome to Padang!
Posted by adhit at 22.20 0 comments
Rabu, 20 Juni 2007
Dangdut gitu lho...

. dangdut music of my country! lumayan juga nih musik menghibur hatiku yang sakit, galau, pedih, perih, kesemutan, senut-senut, pokoke ora penak. o amang, haccit nai na mangolu on!!
Posted by adhit at 22.39 0 comments
mengapa?
Mengapa menghindar
Mengapa?

Posted by adhit at 17.07 0 comments
Letih

Posted by adhit at 02.01 0 comments
Selasa, 19 Juni 2007
Personal

. tapi untuk saat ini gw memang lg pengen sendiri (lho, kok malah curhat lg..?). tapi masih ada ruang buat sobat semua ngasih comment kok. klik aja comment dibagian bawah tulisan. trus tulis komentar sobat. bagi yang ga' poenya account google maupun blog, pilih other (letaknya ditengah) dan jangan lupa nulis nama sobat, ok!
Posted by adhit at 03.43 0 comments
Senin, 18 Juni 2007
Sebuah Cerita tentang Kasih Sayang*
Suatu hari ada pemberitahuan bahwa pulau itu akan tenggelam pelan-pelan. Sifat-sifat ini dilanda kepanikan. Mereka segera menyiapkan perbekalan dan bersiap-siap meninggalkan pulau dengan perahu yang mereka miliki.
Kasih sayang belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendiri. mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu. Dia menunda keberangkatan pada saat-saat terakhir karena sibuk membantu teman yang lain bersiap-siap. Akhirnya kasih sayang memutuskan ia perlu meminta bantuan.
kemakmuran baru saja akan berangkat dengan perahu yang besar lengkap dengan teknologi mutakhir.
"Kemakmuran bolehkah aku ikut denganmu?" tanya kasih sayang.
"tidak bisa" jawab kemakmuran. "perahuku sudah penuh dengan seluruh emas, perak, perabotan antik dan koleksi seni. tak ada ruang untukmu disini."
Lalu kasih sayang minta tolong pada Kesombongan yang lewat dengan perahu yang indah. "Kesombongan, sudikah engkau menolongku?"
"maaf," jawab kesombongan, "Aku tak bisa menolongmu. kamu basah kuyup dan kotor. nanti dek perahuku yang mengkilat ini kotor jika kau naik."
Kasih Sayang melihat Pesimisme yang sedang bersusah payah mendorong perahunya ke air. Pesimisme terus menerus mengeluh soal perahu yang terlalu berat, pasir terlalu lembut, air terlalu dingin. Dan kenapa pulau ini mesti tenggelam? kenapa semua kesialan ini mesti menimpanya? meski pesimisme bukanlah teman perjalanan yang menyenangkan, Kasih Sayang sudah sangat terdesak.
"Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?"
"Oh, Kasih Sayang, kau terlalu baik untuk berlayar denganku. perhatianmu membuatku merasa lebih bersalah lagi. Bagaimana kalau nanti ada ombak yang ombak besar yang menghantam perahuku dan kau tenggelam? tidak, aku tidak tega mengajakmu."
Salah satu perahu yang paling akhir meninggalkan pulau adalah Optimisme. Itu karena dia tak percaya dengan bencana dan hal-hal buruk, termasuk pulau ini akan tenggelam. Kasih Sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme tak mendengar. Ia terlalu sibuk menatap kedepan dan memikirkan tujuan berikutnya. Kasih Sayang memanggilnya lagi, tetapi bagi Optimisme tak ada istilah menoleh kebelakang. ia terus berlayar kedepan.
Pada saat Kasih Sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara. "Ayo, naiklah keperahuku!" Kasih Sayang merasa begitu lelah sehingga dia meringkuk di atas perahu dan langsung tertidur. Ia tertidur sepanjang jalan sampai nahkoda kapal mengatakan mereka sudah sampai di daratan kering. Ia begitu berterima kasih, meloncat turun dan melambaikan tangan kepada nahkoda baik hati itu. tapi ia lupa menanyakan namanya...
Ketika di pantai, ia bertemu Pengetahuan dan bertanya,
"Siapa tadi yang menolongku?"
"Itu tadi Waktu" jawab Pengetahuan.
"Waktu?" tanya Kasih Sayang. "Kenapa hanya waktu yang mau menolongku saat semua orang tidak mau mengulurkan tangan?"
Pengetahuan tersenyum dan menjawab, "Sebab hanya Waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih Sayang."
*George W. Burns dalam 'Simfoni Bulan' Febi Indirani, Media Kita 2006
Posted by adhit at 23.01 0 comments
Tersesat
tak ada cahaya
tak ada jalan keluar
tak ada teman
sendiri!

Posted by adhit at 22.44 0 comments
Hebat
. gw pengen jadi penulis, tapi hingga hari ga' ada satupun tulisan yang gw bikin. kalopun ada itu cuman terpsimpan dalam file komputer. pengen jadi web desainer, tapi sampai hari ini cuma bisa bikin blog dan itupun nyontek dari blog orang. pengen nguasain bahasa inggris, buka kamus aja jarang, apalagi ngapalin vocab. benar kata orang, gw cuma pemimpi, tukang khayal. i'm big looser 
(pas ga' tu grammernya?)!. aarrrggghh...Posted by adhit at 22.17 0 comments
Ga' puas juga...
ini yang ke 6 kalinya gw ganti templete blog (asal jg ganti pacar aja). tapi gw cukup puas. walaupun mata bengkak, muka pucat dan indikasi menuju mati muda lainnya terjadi ma gw. tapi sekali lagi gw puuuuaaaaaaaasss...
hari ini memang blog ini yang bikin hati gw sedikit lega. soalnya seharian gw nahan lapar, gara2 ga' poenya uang. mau minjam ma shera, malu. ya udah, makan tu kemaluan lo (ups..!
Posted by adhit at 05.34 2 comments




