Rabu, 18 April 2007
kegemukan!!!
menurut saya ini harus segera diubah. harus ada perampingan dan itu diatur dalam juknis ormawa. artinya dijadikan sebagai ketentuan baku. menrut hemat saya, organisasi mahasiswa seperti HIMA, BEMF BEM Universitas, itu cukup memiliki maksimal 10 orang pengurus. tapi yang benar-benar paham akan organisasi mahasiswa serta tentu saja memiliki visi yang sama. dengan begitu komunikasi antar penguruspun akan semakin mudah. dan akan berdampat pada cepatnya dalam mengambil keputusan. kalau soal pengangkatan sebuah kegiatan, panitia bisa dibentuk dengan cara open recruitment. jadi pengurus tidak perlu ikut dalam kepanitian. cukup sebagai perancang kegiatan tersebut saja.
Posted by adhit at 02.03 0 comments
sendal jepit, riwayatmu kini!
saya saring diprotes, kenapa selalu pake sendal kedalam kampus. tentu saja saya punya alasan pada setiap perbuatan dan keputusan yg saya ambil. ini tidak bermaksud membela diri. tapi saya hanya mencoba membuka ruang untuk kita semua untuk berpikir lebih bebas dan kritis. larangan ke kampus pake sendal bagi saya merupakan suatu bentuk penindasan. penindasan terhadap kebebasan mahasiswa dalam mengekspresikan diri. kuliah, bagi saya adalah bentuk pencarian makna hidup dan jati diri. proses pembentukan manusia agar lebih manusiawi dalam berfikir dan bertingkah laku. alasan yang selalu mengikuti pelarangan menggunakan sendal jepit di kampus adalah untuk kedisiplinan dan menunjukkan kesopanan. pembelaan terhadap moral. pertanyaan nya adalah, apakah dengan menggunakan sendal jepit lantas seseorang bisa dianggap tidak bermora, tidak disiplin, atau tidak berbudaya?1. dalam proses belajar mengajar, siswa atau mahasiswa akan dengan mudah menyerap ilmu atau pelajaran yang disampaikan dosen apabila dia merasa nyaman. dan saya merasa nyaman menggunakan sendal. sebab saya tidak terbiasa menggunakan sepatu, saya selalu merasa gerah pake sepatu. dan jika saya menggunakan sepatu, konsentrasi saya akan tertuju pada bagaimana caranya agar secepat mungkin sepatu itu saya buka. bukan pada pelajaran yang disampaikan dosen.
2. pendidikan mahasiswa adalah pendidikan endragogis. pendidikan orang dewasa. dimana terbuka ruang untuk perbedaan dan pencarian jati diri serta penafsiran bebas atas pendidikan yang diterima. bukan pedagogis. jadi kampus, tidak bisa mendoktrinkan atau mengatur hingga keruang pribadi mahasiswa.
3. tidak ada relevansi antara sendal atau sepatu dengan prestasi akademik. (kalau ada yang berminat meneliti hal ini silahkan. saya tunggu hasilnya!)
saya harap kita tidak menjadi masyarakat yang selalu mengagungkan simbol-simbol. kalau kita orang merdeka, maka dengan kemerdekaan itulah kita membiarkan orang lain untuk merdeka!
Posted by adhit at 01.25 0 comments
Senin, 26 Maret 2007
Tuhan, aku menghadap PadaMu
Posted by adhit at 00.50 1 comments
Minggu, 18 Maret 2007
impian adalah hukuman tuhan?!
impian sama seperti power supply. dia mendorong kita untuk tetap bertahan mengarungi hidup walau di warnai dengan kegagalan, air mata dan darah.
Posted by adhit at 02.23 0 comments
Senin, 12 Maret 2007
mahal
pada sebuah pertemuan, salah seorang dekan mengatakan pada kami bahwa universitas tempat anaknya kuliah meminta uang sumbangan sebesar lima juta rupiah. "menurut saya itu tidak mahal". katanya. salah seorang teman yang ikut dalam pertemuan tersebut seperti kebakaran jenggot. walau dia ngga' punyaq jenggot. "wajar, karena bapak dekan, punya tunjangan besar, punya bisnis sampingan. lha , orang tua kami petani pak, dapat darimana uang sebanyak itu?!". kata teman saya.
kata mahal memang relatif. saya sering mendengar orang berkata "saya bersedia membayar berapapun, asal anak saya bisa masuk universitas anu. uang bukan masalah." sebagai seorang yang selalu susah mendapatkan sesuatu yang diinginkan karena keterbatasan uang. tentu saja saya sangat inigin berkata seperti itu , suatu hari nanti.
di kampus, di kedai kopi, sampai di kolong jembatan orang selalu bicara tentang uang. kualitas pendidikan selalu dikaitkan dengan seberapa besar uang kuliah. semakin besar, kualitasnya semakin bagus. kata para penganut kapitalis, para orang-orang yang menjadikan uang sebagai agama baru. "ngapain diurus, toh lo juga ntar lagi tamat, kalo ga' di DO tentunya. jadi ga' bakal kena imbas uang kuliah mahal." kata teman saya.
ok, ok. memang saya ga' kena. tapi yang malangnya keluarga saya adalah keluarga yang menjalankan program KB (Keluaraga Besar) dengan sangat baik. belum lagi keluarga dari paman yang menikah dengan sepupu dari kakak iparnya teman ibu saya. setelah melakukan sensus keluarga, total keluarga saya yang bakal sekolah dan kuliah berjumlah 6 juta jiwa yang tersebar di seluruh propinsi di indonesia. gjmana coba saya ga' peduli!!!
Posted by adhit at 09.47 0 comments

